Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-24 15:40:25【Resep Pembaca】572 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(115)
Sebelumnya: Pegawai Federal AS antre bantuan makanan saat shutdown
Selanjutnya: Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?
Artikel Terkait
- Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut
- Kronologi perang saudara Sudan hingga kondisi terkini Oktober 2025
- Siswa penerima MBG di Jateng sampaikan pesan bercara unik ke Presiden
- AS siap uji senjata nuklir, Rusia sebut akan lakukan hal serupa
- SPPG Polresta Pati minta maaf atas kendala distribusi MBG
- Dinkes Jabar sebut korban keracunan MBG di KBB sudah tertangani
- Kronologi perang saudara Sudan hingga kondisi terkini Oktober 2025
- Festival sapi di Jember jadi solusi ketergantungan impor daging
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
- Mikroplastik jadi alergen yang ancam kesehatan kulit
Resep Populer
Rekomendasi

Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil

Manfaat Azelaic Acid untuk wajah, bikin kulit cerah & anti flek hitam

Menkomdigi: Indonesia negara kedua di dunia yang batasi anak bermedsos

Jumlah SPPG di Banten baru 45 persen dari target 1.200 unit

Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya

Sentuhan inovasi berbasis tradisi di desa wisata Majalengka

Mikroplastik jadi alergen yang ancam kesehatan kulit

KEK Batang: Enam perusahaan berinvestasi Rp456,76 miliar